PEWARTA PANTURA DAN PUSAT IKLAN INDONESIA

FAST

FAST SEBUAH MEDIA OPTIMALISASI PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK MELALUI DONGENG PADA KELOMPOK BERMAIN AISYAH 11

KOTA TEGAL

OLEH AMALIA CHAERUNISA

PENDIDIK PAUD KOTA TEGAL

 

 

ABSTRAK

Amalia,Chaerunisa .201 3 . FAST” Sebuah Media Optimalisasi Perkembangan Peserta Didik Melalui Dongeng pada Kelompok Bermain Aisyiyah 11 Kota Tegal. Karya Nyata . Peningkatan kreatifitas pendidik melalui dongeng anak usia dini : Pendidik kelompok bermain Aisyiyah 11 Kota Tegal

Kata Kunci : Media , Dongeng, Menyenangkan , Terintegrasi .

Pendidikan melalui dongeng sangat disukai anak-anak. Berbagai pesan mudah diterima oleh anak jika disampaikan melalui dongeng. Ada 2 cara dalam penyajian dongeng, yaitu : (1) dongeng dengan menggunakan media/alat bantu; (2) dongeng tanpa menggunakan alat bantu. Pada karya nyata ini penulis ingin memberikan gambaran penyajian dongeng dengan menggunakan media Fun Based Integrated ( yang selanjutnya ditulis FAST) . Dalam penggunaan media FAST ini penulis berharap antara lain: (1) ) pendidik lebih mudah dalam menyampaikan materi dongeng;  (2) menggali kreatifitas pendidik dalam per-siapan menyajikan dongeng; (3) peserta didik lebih optimal dalam menerima pesan moral yang terkandung dalam dongeng; (4) peserta didik dapat melihat gambaran obyek/tokoh dongeng  melalui media; (5) dongeng akan lebih menarik untuk didengarkan dan diperhatikan.

Namun pada kenyataannya masih banyak pendidik yang belum menjadikan dongeng sebagai kegiatan pembelajaran yang rutin, hal ini disebabkan antara lain: (1) pendidik kurang  jeli dalam memanfaatkan benda-benda di sekitar yang dapat dijadikan media mendongeng; (2) kurangnya daya kreatifitas pendidik dalam menyiapkan media; (3) pendidik beranggapan bahwa mendongeng dengan media dapat mengeluarkan banyak biaya;  (4) krisis percaya diri dapat membuat dongeng terasa susah atau merepotkan untuk disampaikan.

          Peranan pendidik sebagai pelaksana KBM   diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran yang menuntut adanya kompetensi pendidik khususnya dalam bidang mendongeng . Dengan media FAST diharapkan dapat membantu pendidik dalam menyajikan dongeng. Dengan penyajian dongeng yang baik maka secara tidak langsung akan terjalin kedekatan antara peserta didik dengan pendidik, hal inilah yang mengacu pada perkembangan peserta didik yang lebih optimal.

          Disarankan bagi para pendidik bahwa dalam melakukan kegiatan mendongeng dengan menggunakan media FAST sebagai upaya pengoptimalan lingkup perkembangan peserta didik , hendaknya dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Upaya peningkatan kompetensi pendidik secara terus- menerus melalui berbagai pelatihan atau workshop . Dengan terus melakukan upaya peningkatan kompetensi diharapkan pelayanan terhadap peserta didik dan mutu pembelaj a ran dapat dijaga dan dipertahankan sesuai visi misi lembaga.


PRAKATA

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, penulis panjatkan ke hadirat Illahi Robbi yang telah melimpahkan rahmat dan inayah -Nya, penulis telah dapat menyelesaikan karya nyata dalam rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi   tingkat provinsi tahun 201 3 .

Karya nyata dengan Judul : FAST” Sebuah Media Optimalisasi Perkembangan Peserta Didik Melalui Dongeng pada Kelompok Bermain Aisyiyah 11 Kota Tegal” disusun guna  mengikuti lomba karya nyata pen didik pada Apresiasi   PTK PAUDNI Berprestasi tingkat  provinsi tahun 201 3 . Dengan karya nyata ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kreatifitas pendidik melalui dongeng anak usia dini.

Permasalahan yang diambil dalam karya nyata ini, penulis anggap cukup penting dan strategis karena sesuai tugas pokok dan fungsi pendidik adalah  bertanggung jawab kepada kepala sekolah dalam melaksanakan KBM . Pada sisi lain masih terdapat sebagian pendidik yang belum memahami dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi dibutuhkan kompetensi yang baik khususnya dalam mendongeng . Sehingga diharapkan karya nyata ini akan bermanfaat bagi pendidik dalam menjalankan perannya sebagai pelaksana pembelajaran .

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa karya nyata ini masih jauh dari sempurna. Berkenaan dengan itu, maka penulis sangat mengharapkan saran, kritik serta evaluasi, khususnya dari bapak / ibu dewan juri yang terhormat.

Sebagai ungkapan rasa syukur, penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik secara fisik maupun psikis, sehingga karya nyata ini dapat penulis selesaikan sesuai target waktu yang telah ditentukan. Selanjutnya penulis mohon doa dan restu kepada semua pihak semoga karya tulis ini memberikan hasil yang terbaik dalam pelaksanaan lomba pada lomba Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi tingkat provinsi tahun 201 3 .

 

Penuli s

 

 

Amalia Chaerunisa

 

 

DAFTAR ISI

 

JUDUL ......................................................................................................................... i

PENGESAHAN .......................................................................................................... ii

ABSTRAK ................................................................................................................. iii

PRAKATA ................................................................................................................. iv

DAFTAR ISI ............................................................................................................... v

DAFTAR GAMBAR ................................................................................................. vi

DAFTAR TABEL ..................................................................................................... vii

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................ ix

BAB I        PENDAHULUAN ................................................................................... 1

1.1      Latar Belakang ................................................................................... 1

1.2      Rumusan Masalah............................................................................... 4

1.3      Tujuan ................................................................................................ 5

1.4      Strategi Pemecahan Masalah ............................................................. 5

BAB II       PEMBAHASAN .................................................................................... 10

2.1    Metode dan Prosedur Kerja .......................................................... 10

2.2    Hasil dan Dampyak Yang Dicapai ................................................ 22

2.3    Kendala-Kendala Yang Dihadapi Dalam Melaksanakan Strategi Yang Dipilih                25

2.4    Faktor Pendukung ......................................................................... 26

2.5    Tindak Lanjut/Rencana Desiminasi ............................................... 27

BAB III     SIMPULAN DAN REKOMENDASI .................................................. 29

Daftar Pustaka

 

 

DAFTAR GAMBAR

 

Gambar 1.1     Skema arti penting media FAST .......................................................... 9

Gambar 2.1     Alat-alat yang dibutuhkan media FAST ............................................ 11

Gambar 2.2     Bahan-bahan yang dibutuhkan media FAST..................................... 12

Gambar 2.3     Bagian-bagian media FAST ............................................................... 15

Gambar 2.4     Gambar media FAST ......................................................................... 15

Gambar 2.5     Alur Implementasi media FAST ........................................................ 17

DAFTAR TABEL

 

Tabel 2.1    Prosentase Implementasi media FAST..................................................... 24

 

DAFTAR LAMPIRAN

 

Lampiran 1      Lembar Verifikasi Administrasi ......................................................... 33

Lampiran 2      Surat Keputusan Dinas Pendidikan Kota Tegal No. 424/164 tentang Penetapan Pemenang Lomba Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tingkat Kota Tegal Tahun 2013         39

Lamp iran 3      Surat K eterangan Dinas Pendidikan Kota Tegal No. 424/165 bahwa juara Pertama Lomba Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tingkat Kota Tegal Tahun 2013 belum pernah menjadi Juara Pertama Tingkat Nasional ................................................................................ 40

Lampiran 4      Surat Rekomendasi Dinas Pendidikan Kota Tegal ................................

Lampiran 5      Surat Keterangan Dokter No. 110/IV/2013 ...................................... 41

Lampiran 6      Fotokopi Kartu Tanda Penduduk ...................................................... 42

Lampiran 7      Biodata Peserta Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tingkat Kota Tegal Tahun 2013                   43

Lampiran 8      Piagam Penghargaan No. 421/023 sebagai Terbaik I (Satu) “Pendidik PAUD” pada kegiatan Lomba Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tingkat Kota Tegal Tahun 2013         44

Lampiran 9      Surat Keputusan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Tegal Nomor : 039/SK-PDA/A/IV/2013 tentang Pengangkatan Guru Kelompok Bermain Aisyiyah 11........................ 45

Lampiran 10    Lampiran Surat Keputusan Pimpinan Daerah Aisyiyah

                        Kota Tegal ......................................................................................... 46

Lampiran 11    Sertifikat Seminar Pendidikan SIT in Action dengan tema

                        “Menjadi Orang Tua Hebat Untuk Anak yang Hebat di Zaman yang Serba Hebat              47

Lampiran 12    Sertifikat Bintek Pemanfaatan TIK bagi Tenaga Pendidikan Non Formal Angkatan II                   48

Lampiran 13    Piagam Penghargaan dari PDA sebagai juara I Lomba Mendongeng Islami dalam rangka Milad ke-98 Aisyiyah ............................................................................................. 49

Lampiran 14    Sertifikat sebagai peserta dalam pemecahan Rekor Muri 1225 Pendongeng dalalm rangka Perancangan Kota Menuju Kota Layak Anak ................................... 50

Lampiran 15    Piagam Penghargaan dari Kantor ARPUSDA Kota Tegal sebagai juara I Lomba Bercerita Guru TK/PAUD Se Kota Tegal .................................................................. 51

Lampiran 16    Sertifikat Pelatihan Design Filed Based Training bagi Pengelola PAUDNI di UPTD SKB Kota Tegal ............................................................................................................ 52

Lampiran 17    Surat Keputusan Kampung Dongeng Indonesia Pengurus Wilayah Jawa Tengah & DIY Nomor : 014/SK/KaDoJateng/X/2012 Sebagai Koordinator Kampung Dongeng Poci Tegal Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal ............................................................................... 53

Lampiran 18    Sertifikat Seminar Nasional dengan Thema “Membangun Karakter Anak Melalui Parenting Education” sub thema “Dengan Mendongeng Kokohnya Karakter Anak”               54

Lampiran 19    Sertifikat Seminar “Upaya Peningkatan Mutu Pendidik dan Lembaga PAUD Yang Berkualitas Pendidikan PAUD  ...................................................................... `    55

Lampiran 20    Sertifikat sebagai peserta Workshop Peningkatan Mutu Pendidik PAUD                 56

Lampiran 21    Piagam Penghargaan No. 421.1/057 sebagai peserta Bintek Pendidik PAUD                      57

Lampiran 22    Sertifikat Workshop Penyusunan Kurikulum PAUD ........................ 58

Lampiran 23    Sertifikat Pelatihan Manajemen dan Pembelajaran PAUD ............... 59

Lampiran 24    Sertifikat Seminar Pendidikan dan Keluarga dengan tema

                        “Ayah, Ibu … Aku Anak Istimewa”  ................................................ 60

Lampiran 25    Materi Paparan Karya Nyata ............................................................. 61

Lampiran 26    Surat Permohonan sebagai Narasumber dari IGB Kota Tegal .......... 68

Lampiran 27    Surat Permohonan sebagai Narasumber dari IGB Kota Tegal .......... 69

Lampiran 28    Surat Permohonan sebagai Narasumber dari TP PKK

                        Kota Tegal ......................................................................................... 70

Lampiran 29    Surat Permohonan Pengisian Materi dari HIMPAUDI

                        Cabang Khusus POS PAUD Kota Tegal .......................................... 71

Lampiran 30    Surat Permohonan sebagai Narasumber dari KKG “CEMPAKA”        

                        Kota Tegal ......................................................................................... 72

Lampiran 31    Surat Permohonan sebagai Narasumber dari UPPD

                        Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal .................................................. 73

Lampiran 32    Surat Permohonan sebagai Narasumber dari Gugus PAUD “KAMBOJA” Kota Tegal                    74

Lampiran 33    Surat Permohonan sebagai Narasumber dari HIMPAUDI

                        Kota Tegal ......................................................................................... 75

Lampiran 34    Surat Permohonan sebagai Pengisi Acara di KB

                        “SYIARUL ISLAM” Kota Tegal ..................................................... 76

Lampiran 35    Surat Tugas KaDo pada acar “Gelar Mendongeng dan Festival Dolanan” Kota Tegal                     77

Lampiran 36    Surat Tugas KaDo mendongeng di POS PAUD “SUMBODRO”

                        Kota Tegal  ........................................................................................ 78

Lampiran 37    Surat Surat Tugas KaDo mendongeng di POS PAUD “ARJUNA” Kota Tegal                   81

Lampiran 40    Foto Kegiatan .................................................................................... 82

Lampiran 41    Foto Kegiatan .................................................................................... 83

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Setiap peserta didik adalah pribadi yang unik. Banyak hal yang mempengaruhi dalam setiap tahapan perkembangannya, bukan saja kemampuan intelektual yang bersifat kognitif, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor non kognitif seperti emosi, motivasi, kepribadian serta berbagai pengaruh lingkungan. Sebagai pendidik di harapkan mampu membantu mengembangkan potensi peserta didik mencapai aktualisasi secara optimal.   Menuju pendidik yang “sempurna”, kita di harapkan memiliki berbagai kompetensi. Salah satu kompetensi itu adalah menguasai teknik dalam penyajian dongeng. Mendongeng adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan bagi pendongeng maupun pendengar dongeng. Mendongeng dapat dijadikan kegiatan mengasyikkan dalam pembelajaran rutin menuju peningkatan lingkup perkembangan peserta didik. Dalam penyajian dongeng dibedakan dengan 2 cara yaitu: (1) dongeng dengan menggunakan media (2) dongeng tanpa menggunakan media. Pada karya nyata  ini penulis akan memberi gambaran tentang pentingnya mendongeng dengan menggunakan media dengan harapan  antara lain : (1) pendidik lebih mudah dalam menyampaikan materi dongeng; (2) menggali kreatifitas pendidik dalam persiapan menyajikan dongeng; (3) peserta didik lebih optimal dalam menerima pesan moral yang terkandung dalam dongeng; (4) peserta didik dapat melihat gambaran obyek/tokoh dongeng  melalui media; (5) dongeng akan lebih menarik untuk didengarkan dan diperhatikan.

Seiring dengan itu, ternyata masih ada kendala yang ditemui dalam proses pembelajaran melalui dongeng dengan  menggunakan media antara lain: (1) pendidik kurang jeli dalam memanfaatkan benda-benda di sekitar yang dapat dijadikan media mendongeng; (2) pendidik mengalami kendala pengkondisian peserta didik dalam kesiapan menerima dongeng; (3) pendidik beranggapan bahwa mendongeng dengan media dapat mengeluarkan banyak biaya; (4) krisis percaya diri dapat membuat dongeng terasa susah atau merepotkan untuk disampaikan.

Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dalam   penggunaan media melalui dongeng, antara lain :

Proses belajar mengajar dapat optimal, diperkuat dengan pendapat Ibrahim :

Media pengajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk   menyampaikan pesan atau isi pelajaran, merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa, sehingga dapat . mendorong proses belajar mengajar. (Ibrahim 1996:112)

 

Adapun menurut Hamalik hal-hal positif akan terbentuk,sesuai dengan

 

pendapatnya “ Pemanfaatan media dalam pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, meningkatkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan berpengaruh secara psikologis kepada siswa” (Hamalik, 1986).

  Latuheru dalam bukunya Hamdani disebutkan menyatakan

 

“bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. (   Hamalik, 1986:  )

 

Dari beberapa pendapat di atas maka dapat diambil garis besar tentang peranan media dalam proses pembelajaran khususnya mendongeng yaitu media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan perhatian peserta didik sehingga proses interaksi komunikasi edukasi antara pendidik (atau pembuat media) dan peserta didik dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. Cukup memprihatinkan manakala muncul kenyataan di lapangan bahwa masih banyak pendidik yang belum memperhatikan pengaruh pentingnya metode mendongeng dengan media.

Dalam upaya meningkatkan kreatifitas pendidik untuk menyampaikan dongeng melalui media, maka penulis menciptakan sebuah media pembelajaran yang diberi nama Fun Based Integrated   Media (selanjutnya ditulis FAST) yang secara mudah diartikan oleh penulis sebagai sebuah media pembelajaran yang berbasis menyenangkan dan terintegrasi dengan lingkup perkembangan peserta didik. Menurut penulis arti penting keberadaan media FAST adalah (1) Efektif, membantu pendidik dalam mengaktifasi lingkup per-kembangan peserta didik; (2) Efisien, media FAST ini dapat digunakan secara berulang-ulang, bukan termasuk media yang habis pakai, bahan pembuatan media FAST berasal dari limbah yang ada disekitar penulis, efisien dalam waktu karena proses pembuatannya tidak memakan waktu yang banyak; (3) Multifungsi, dapat digunakan sebagai media pembelajaran selain dongeng; (4) Praktis, membantu pendidik menghadirkan objek-objek atau tokoh dalam dongeng yang  sukar didapatkan; (5) Mudah dipindahkan dari kelas yang satu ke kelas yang lain. Dan yang tidak kalah pentingnya bahwa media FAST ini menjadikan peserta didik mampu bertahan lama dalam menyimak dongeng, selain itu penggunaan media pembelajaran ini merupakan strategi yang digunakan oleh penulis dalam upaya menciptakan kedekatan, membangun jembatan komunikasi dengan peserta didik dan   mampu menarik peserta didik masuk kedalam suasana positif di lingkungan belajar.

1.2. Rumusan Masalah

Memperhatikan latar belakang tersebut di atas maka penulis merumuskan masalah pada karya nyata ini yaitu :

1.    Bagaimanakah implementasi media FAST sebagai sarana dalam meng-optimalkan lingkup perkembangan peserta didik melalui dongeng pada kelompok bermain Aisyiyah 11 Kota Tegal?

2.    Bagaimanakah manfaat dari media FAST bagi pendidik, peserta didik, lembaga dan dunia pendidikan?

 

1.3. Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan karya nyata ini adalah untuk memberi gambaran secara teoritis dan praktis tentang :

1.    peranan FAST sebagai media dalam  mengoptimalkan  lingkup perkembangan  peserta didik melalui dongeng pada kelompok bermain Aisyiyah 11 Kota Tegal.

2.    manfaat media FAST bagi pendidik, peserta didik, lembaga, dan dunia pendidikan.

1.4. Strategi Pemecahan Masalah

Strategi yang dipilih penulis adalah penggunaan media pembelajaran FAST . Media FAST adalah sebuah media pembelajaran pendukung yang dapat digunakan  pendidik dalam membantu pembelajaran khususnya dongeng yang berbasis menyenangkan dan terintegrasi dengan lingkup perkembangan peserta didik. Media tersebut tidak hanya fokus pada keberhasilan penyampaian isi dongeng namun mampu merangsang tingkat pekembangan peserta didik. Secara global terbagi kedalam 2 unsur, yaitu fun dan based integrated   dimana satu dengan yang lain berhubungan dan saling mempengaruhi.

1.4.1. Alasan Pemilihan Strategi Pemecahan Masalah

       Dalam penyajian dongeng, peran media pembelajaran sangat membantu pendidik dalam mentransfer pesan moral kepada pendidik. Media pembelajaran/sumber belajar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan belajar peserta didik. Pemanfaatannya oleh pendidik secara tepat akan sangat membantu dalam mengembangkan berbagai aspek perkembangan yang ada pada peserta didik.

Media pembelajaran sebagai salah satu komponen atau unsur pembelajaran peserta didik memegang peranan penting dalam rangka terselenggaranya kegiatan pem-belajaran yang menarik dan bermakna bagi peserta didik. Adapun pengertian sumber belajar atau media pembelajaran disampaikan Torkleson (1965) mengatakan bahwa “ sumber belajar adalah segala sesuatu yang dipergunakan untuk kepentingan pelajaran.....”.

Berbeda dengan Nana Sudjana (1997) yang mendefinisikan sumber belajar atau media pembelajaran sebagai segala daya yang dapat di manfaatkan guna memberi kemudahan kepada seseorang dalam belajarnya. Sedangkan Anggani Sudono (1995) mengungkapkan pendapatnya ten-tang sumber belajar atau media pembelajaran mengatakan bahwa “arti sumber belajar adalah segala macam bahan yang dapat digunakan untuk memberikan informasi maupun berbagai ketrampilan kepada anak maupun guru”.

Dari berbagai pengertian mengenai media pem-belajaran atau sumber belajar   yang telah dikemukakan oleh para ahli dapat di ambil sebuah garis besar, bahwa pemanfaatan berbagai media pembelajaran selain bermanfaat untuk peserta didik juga memiliki nilai manfaat bagi pendidik. Pendidik memperoleh informasi dan juga ke-trampilan dengan pemanfaatan berbagai media belajar.

Penjelasan diatas merupakan alasan penulis dalam menentukan strategi yang digunakan dalam karya nyata ini. M edia FAST memiliki banyak point penting didalamnya yaitu:

1. Sangat efektif membantu pendidik dalam mengoptimalkan lingkup perkembangan peserta didik. Peserta didik senang adalah output dari mendongeng, dan senang adalah indikasi peserta didik nyaman dalam lingkungan sekolah. Dan rasa nyaman inilah yang sangat membantu pendidik dalam mengoptimalkan perkembangan peserta didik.

2. Efisien dalam segi waktu karena proses pembuatannya relatif tidak memakan banyak waktu, selain itu efektif dalam pembiayaan karena hampir 80% bahan pembuatannya berasal dari bahan limbah atau barang bekas yang ada di lingkungan sekitar penulis.

3. Dapat digunakan untuk media pembaelajaran selain dongeng, dengan kata lain multifungsi .

4. Bersifat praktis karena dapat membantu pendidik menghadirkan gambar objek/tokoh yang ada dalam dongeng.

5. Ringan , sehingga memudahkan penulis dalam me-mindahkan dari kelas yang satu ke kelas yang lain.

1.4.2.    Deskripsi Strategi

FAST adalah media pembelajaran yang digunakan penulis dalam membantu  menyampaikan pesan moral yang ada pada dongeng secara optimal. Selain itu FAST ini digunakan dalam upaya pendekatan melalui dongeng  pada kelompok bermain (selanjutnya ditulis KB) Aisyiyah 11 .

Media FAST memiliki 2  esensi yaitu : Fun dan  Based Integrated. Adapun secara teori dapat dideskripsikan sebagai berikut.:

a.    Fun, penulis menggunakan konsep fun pada media ini karena menyesuaikan dengan karakteristik peserta didik yang cenderung menyukai sesuatu yang menyenangkan, penuh ornament dan warna yang beragam.

b.    Based Integrated , merupakan sebuah media pembelajaran yang  mempunyai nilai terintegrasi da-lam aspek lingkup perkembangan peserta didik dengan tema dongeng yang disampaikan.

Dengan kalimat sederhana penulis mengartikan FAST sebagai media pembelajaran yang berbasis menyenangkan dan terintegrasi dengan lingkup perkembangan peserta didik.

Keberadaan media FAST sangat membantu untuk penulis dalam menyajikan pembelajaran melalui dongeng. Karena FAST dinilai sebagai media yang: (1) efektif membantu pendidik dalam upaya merangsang lingkup perkembangan peserta didik; (2) efisien waktu dalam pembuatannya juga yang tidak terlalu lama, biaya dikarenakan bahan pembuatannya berasal dari limbah/barang bekas; (3) multifungsi, dapat digunakan untuk pembelajaran yang lain; (4) praktis, membantu pendidik menghadirkan objek-objek yang berbahaya atau sukar didapatkan dan mudah dibawa; (5) mudah dipindahkan dari kelas satu ke kelas yang lain.

Dari keterangan di atas maka penulis menggambarkan melalui skema dibawah ini:

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1.1: skema arti penting media FAST

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1.     Metode Dan Prosedur Kerja

2.1.1. Metode

Dalam penerapan media FAST ini penulis menggunakan metode ber-cerita dan metode demonstrasi.

a. Metode Bercerita

Metode bercerita merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar bagi peserta didik KB dengan membawakan cerita kepada anak secara lisan. Cerita yang dibawakan pendidik harus menarik, dan mengundang perhatian peserta didik dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi peserta didik KB.

b. Metode Demonstrasi

Pada metode ini mengajak peserta menjadi lebih aktif mengamati dan  dongeng akan lebih menarik, dijamin peserta didik akan lebih antusias dalam mengikuti dongeng tersebut. Dengan proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan menjadikan informasi yang masuk ke pikiran bawah sadar dapat memudahkan peserta didik untuk menerima dan memahaminya. Karena dalam kondisi peserta didik yang aktif dan rasa ingin tahu, menjadikan pembelajaran lebih menarik dan mudah dimengerti.

Metode demonstrasi sangatlah berpengaruh terhadap daya serap, dan minat peserta didik dalam belajar. Dikarenakan metode ini mempunyai banyak kelebihan atau kebaikan-kebaikan dalam pembelajaran, diantaranya adalah membuat pelajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkrit dan menghindari verbalisme, memudahkan peserta didik memahami bahan pelajaran, proses pengajaran akan lebih menarik, merangsang peserta didik untuk lebih aktif  mengamati dan dapat mencobanya sendiri. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Syaiful Bahri Djamarah :

bahwa keunggulan metode demonstrasi adalah membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu kegiatan pembelajaran, memudahkan berbagai jenis penjelasan, kesalahan- kesalahan yang terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melalui pengamatan dan contoh konkret dengan menghadirkan objek sebenarnya. Syaiful Bahri Djamarah ( 2000 : 56 )

 

Dengan adanya pendapat ahli di atas maka penulis yakin bahwa metode demontrasi sangat tepat dilakukan pada pembelajaran dongeng dengan menggunakan media FAST

2.1.2. Prosedur kerja

Barang bekas atau limbah terkadang nampak tidak berguna dan terkesan kotor. Namun jika dimanfaatkan atau diolah dapat menjadi alat bantu/ media belajar mengajar. Media FAST adalah media pembelajaran yang dibuat oleh penulis dengan menggunakan sebagian besar bahan pembuatannya berasal dari barang bekas/ limbah.

Alat-alat yang dibutuhkan antara lain:

CIMG5881  

 


CIMG5883

CIMG5882

 

 

Gunting

Cutter

Lem tembak

Gambar 2.1 Alat-alat  pembuatan media FAST

Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain :

IMG_20130406_144258

CIMG5806

CIMG5827

Kardus bekas

Karpet potongan

Pelepah pisang

CIMG5770

IMG_20130406_144500

IMG_20130406_144412

 

 

 

Kertas asturo,manila,

Perekat

Lem fox

CIMG5816

CIMG5786

CIMG5878

 

 

 

Plastik bekas

Lakban

Isolasi bolak-balik

CIMG5789

 

CIMG5828

 

 
  CIMG5839
 

 

 

 


Banner bekas

Daun pisang (kering)

Sedotan bekas

Gambar 2.2 Bahan-bahan yang dibutuhkan  media FAST

Cara pembuatannya :

1. Papan kardus media :

a.    Potonglah kardus bekas dengan ukuran 50x75 cm

b.   Olesilah dengan lem fox pada sisi depannya.

c.      Rekatkanlah dengan potongan karpet bekas dengan ukuran yang lebih kecil.

d.     Untuk mempercantik tepiannya, berilah plastik bekas jajanan peserta didik  yang sudah dilipat sesuai pola.

 

2. Gambar Objek / Tokoh

a.       Batang pohon

CIMG5831

Penulis menggunakan pelepah daun pisang (kering). Buatlah pola batang pohon, olesi dengan lem lalu rekatkan dengan pelepah pisang.

b.   Daun

CIMG5877  

 

 

 


Penulis menggunakan kertas marmer warna hijau tua dan muda lalu tempelkan pada kardus bekas yang sudah di pola seperti dedaunan.

 

CIMG5871 c. Rumput

 

 

 

 

Penulis menggunakan sedotan bekas yang ujungnya digunting lancip.

 

d. Rumah

CIMG5836

Serat batang pohon pisang (kering) menjadi pilihan penulis untuk membuat objek rumah tampak alami.

e. Tokoh “Krik-krik” Jangkrik

 
  CIMG5874
 

 

 

 

 


Penulis membuat tokoh “krik-krik” dengan menggambar manual pada kardus bekas, lalu di lapisi dengan kertas marmer.

f. Tokoh “Burhan” Burung hantu

CIMG5875  

 

 

 


Penulis mengambil tokoh burhan dengan mengunduh gambar lewat internet

CIMG5873 g. Tokoh “Bambang” si kumbang

 

 

 

 

Penulis mengambil tokoh bambang dengan mengunduh gambar lewat internet

 

h. Bulan dan bintang

CIMG5876  

 

 


Penulis membuat bulan dan bintang dengan menggambar manual pada kardus yang dilapisi kertas mas

Gambar 2.3 Bagian-bagian media FAST

 

CIMG5849 Hasil akhir dari pembuatan media FAST

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.4 Gambar media FAST

 

Langkah-langkah untuk pemakaian media FAST   yang dapat  dilakukan pendidik:

1.    Aturlah posisi duduk peserta didik dengan  konsep setengah  lingkaran.

2.    Hendaknya pendidik duduk tepat ditengah peserta didik sebagai fokus pandangan.

3.    Letakkanlah media FAST tepat disamping pendidik.

4.    Mulailah dengan sapaan.

5.    Pendidik menyebutkan judul dongeng.

6.    Peserta didik mendengarkan dongeng, dan pendidik menempel gambar sesuai alur dongeng.

7. Setelah dongeng selesai  berilah kesempatan kepada peserta didik untuk menyimpulkan  isi dongeng.

8. Pendidik melengkapi kesimpulan  isi dongeng dari peserta didik.

9. Pendidik melaksanakan kegiatan evaluasi dengan bertanya isi dongeng, tokoh dongeng, dan memberi kesempatan pada peserta didik untuk menceritakan kembali. Dan tidak lupa untuk memberi  kesempatan peserta didik untuk bertanya.

Berdasarkan langkah-langkah tersebut maka kami sajikan alur imple-mentasi media FAST sebagai berikut :

 
 

 

Tabel 2. 1 Alur Implementasi media FAST

Sebelum pelaksanaan pembelajaran, pendidik menyiapkan R encana Kegiatan Harian (R KH ). Rencana Kegiatan Harian ini sangat penting agar pelaksanaan pembelajaran lebih terarah dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dapat diketahui secara jelas.

Adapun Rencana Kegiatan Harian ( RKH ) penyajian pemb e lajaran dongeng dengan tema binatang sebagai berikut:

 

Naskah dongeng dengan judul “Obrolan tiga Mahluk Allah”

karangan : Amalia Chaerunisa

Pada kesempatan kali ini bunda akan bercerita dengan judul

“OBROLAN  TIGA  MAKHLUK ALLAH”

Tiga makhluk Allah itu adalah :

-          Burhan si Burung Hantu

-          Krik-krik si Jangkrik dan

-          Bambang si Kumbang

 

Suatu malam di sebuah pohon mangga yang besar dan kuat ada seekor jangkring

“krik-krik” namanya sedang bersantai di sela-sela ranting, sambil memandang langit,

  krik-krik pun bekata “Wah .... Subhanallah, malam ini indah.... 

Bintang bersinar ..... bulan tersenyum.... Alhamdulillah.....”

 

Tak selang berapa lama datanglah seekor burung hantu bernama Burhan hinggap di pohon yang sama. Dan menyapa Krik-Krik dengan ramah. “Assalamu’alaikum Krik-Krik.....  

apa kabarmu malam ini ???”

“Wa’alaykum salam ..... eh Burhan... kabarku  Alhamdulillah .... luar biasa....

Allahu Akbar ...... Sehat !!! jawab Krik-Krik dengan mantap

“Maha Suci Allah  yaah yang sudah menciptakan malam ini dengan penuh keindahan “ takjub Burhan malam itu.

Nah teman-teman yang disayangi Allah..

Ketika  mereka berdua sedang asyik mengobrol tiba-tiba terdengar suara erangan kesakitan.

“Aduh hh .... gigiku sakit.... bengkak..... bengkak ..... bengkak.....”

Sontak saja Krik-Krik dan Burhan pun mencari tahu darimana asal suara itu.

”Hah.... siapa yang menangis malam-malam begini Burhan??? t anya Krik-Krik.

”Oooooo ternyata Bambang yang menangis.....

Bambang ggg ..... malam ini indah, kok kamu menangis??? tanya si Burhan.

”Teman.... teman... gigiku sakit hiks...hiks.. Ini karena aku tidak pernah menuruti nasehat ibu, untuk rajin gosok gigi menjelang tidur malam ...haaa....bengkak..bengkak..bengka keluh si Bambang sambil mengelus-elus pipinya.

Burhan dan Krik-Krik pun berkata

”Wah ..... semoga Allah cepat memberimu kesembuhan  ya Mbang....pasti sakit sekali y a ...” doa si Krik-Krik.

”iya Bambang dengan rajin menggosok gigi berarti kita menjaga kebersihan gigi dan mulut ...  bukankah Islam sangat menganjurkan kita untuk senantiasa menjaga kebersihan ada hadistnya lho....

Hadist kebersihan ..

”Ath thohuru satrul iman ” yang artinya  

Tiba-tiba Krik-Krik menyela ..... ”Ah.... aku aja Burhan, aku hapal hadist itu juga

Hadist kebersihan

Ath Thohuru satrul iman  artinya kebersihan itu sebagian dari iman

Iya kan? Iya kan Burhan???”

”Hah.... hebat.. kamu memang pintar Krik-Krik” puji Burhan.

”Teman-teman mulai malam ini aku berjanji untuk rajin gosok gigi, supaya gigiku tidak sakit lagi .. haa... bengkak..bengkak..bengkak.. .” janji Bambang.

Nah, teman-teman yang disayangi Allah, semenjak malam itu Burhan, Krik-Krik, dan Bambang sepakat bahwa rajin gosok gigi adalah cara paling ampuh untuk mencegah kita dari sakit gigi...

Demikian cerita bunda kali ini, sampai ketemu di cerita berikutnya ya...

2.2.    Hasil atau Dampak yang Dicapai  dalam Melaksanakan Strategi yang dipilih.

Dalam pembuatan dan penerapan media FAST melalui dongeng hasil atau dampak yang dicapai adalah:

1. Bagi pendidik antara lain :

a.    membantu  pendidik dalam menyampaikan isi dongeng dengan lebih mudah

b.    pendidik lebih mudah dalam mendapat  perhatian peserta didik

c.    secara relatif tidak banyak memerlukan biaya.

d.   membantu meningkatkan kompetensi pendidik dalam menyampaikan dongeng

2. Bagi peserta didik antara lain:

a.    merangsang perkembangan kreatifitas dan kemampuan peserta didik dalam menyampaikan pendapatnya

b.    tidak cepat menumbuhkan rasa bosan  karena dongeng akan lebih menarik

c.      peserta didik dapat melihat objek / tokoh dongeng yang nyata yang dapat diamati langsung.

d.   perkembangan peserta didik yang mencakup aspek-aspek perkembangan akan lebih optimal.

 
 

 

G r afik 2.2.1

Data Perkembangan Peserta Didik Sebelum Menggunakan

Media FAST

 
 

 

 

 

 

G rafik 2.2.2

Data Perkembangan Peserta Didik Setelah Menggunakan

FAST ( Siklus I )

 

 
 

 

 

G rafik 2.2.3

Data Perkembangan Peserta Didik Setelah Menggunakan

  FAST ( siklus  ke II )

 

Dari sajian grafik di atas dapat ditampilkan dalam bentuk tabel prosentase sebagai berikut :

Tabel 2.1 tabel prosentase perkembangan peserta didik

Aspek Perkembangan

Sebelum menggunakan FAST

FAST

(siklus I)

FAST

(siklus II)

NAM

75%

72%

77%

MOTORIK

40%

60%

57%

KOGNITIF

50%

60%

67%

BAHASA

42%

47%

62%

SOSEM

32%

40%

55%

 

3. Bagi lembaga, antara lain :

a.    menambah variasi pembelajaran dengan mendongeng menggunakan media FAST ;

b.    memacu pendidik yang lain untuk lebih berkreatifitas dalam me-manfaatkan media FAST

4. Bagi dunia pendidikan, antara lain ;

a. sebagai   sumber   inspirasi   untuk   para   pendidik   lain dalam menciptakan    atau mengembangkan media pembelajaran berbasis limbah;

b. membantu   meningkatkan   kompetensi   pendidik   dalam    menyampaikan dongeng:

c. membuat proses belajar lebih efektif ;

d. meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

2.3.     Kendala-kendala yang dihadapi dalam melaksanakan strategi yang dipilih

Dalam proses pembuatan media FAST penulis menemui beberapa kendala secara teknis antara lain: (1)  alat dan bahan tidak semuanya berasal dari limbah sebagai contoh : Lem dan perekat. (2)  dalam hal mengumpulkan barang bekas berupa karpet penulis mengalami kesulitan menyesuaikan  ukuran yang dibutuhkan.

S edangkan dalam penerapan media FAST melalui dongeng, penulis mengalami beberapa kendala antara lain:

1.    Faktor  peserta didik ; (1) Perubahan mood (suasana hati) sangat mempengaruhi dalam kesiapan menyimak dongeng; (2) rasa keingintahuan yang besar menyebabkan peserta didik terlalu antusias untuk bertanya ketika dongeng sedang disampaikan; (3) gambar objek/tokoh yang menarik membuat peserta didik saling berebut untuk melihat.

2.    Faktor pendidik ; (1) pada tema tertentu penulis kesulitan dalam mencari gambar objek atau tokoh dongeng

2.4.    Faktor-faktor pendukung

Dalam upaya menerapkan media FAST sebagai media optimalisasi lingkup perkembangan melalui dongeng banyak faktor-faktor pendukungnya, antara lain:

a.    peserta didik

b.    sarana dan prasarana sekolah

c.    alat dan bahan  yang  mudah didapat  di sekitar lingkungan penulis

d.   metode pelaksanaan

e.    suasana lingkungan sekolah yang kondusif  sangat mendu-kung   proses penyampaian dongeng

f.     kompetensi penulis

Sebuah media pembelajaran tidak akan berfungsi maksimal tanpa adanya kompetensi dari pendidik/penulis. Dengan penulis menjadi juara pertama pada lomba  mendongeng Guru PAUD tingkat kota, merupakan  modal penting dalam keberhasilan menerapkan media FAST  melalui dongeng di kelompok bermain Aisyiyah 11 Kota Tegal.

 

2.5.     Tindak lanjut/rencana desiminasi

   Diharapkan dengan penggunaan  media FAST   membawa manfaat untuk peserta didik, pendidik dan dapat digunakan sebagai media pada pembelajaran yang lain. Adapun media FAST sudah penulis men-desiminasikan melalui berbagai kegiatan:

1.             Pelatihan pembuatan media pembelajaran dari barang bekas pada pertemuan IGB kota Tegal

2.             Tehnik Mendongeng dengan media pembelajaran pada pertemuan IGB kota Tegal

3.             Bintek kader Pos PAUD dengan materi “Pembuatan Media Pembelajaran” pada TP PKK kota Tegal

4.             Pertemuan rutin kader Pos PAUD se kota Tegal dengan materi Tehnik Mendongeng dengan Media Pembelajaran

5.             Pertemuan rutin Kelompok Kerja Guru (KKG) “CEMPAKA” dengan materi Tehnik mendongeng menggunakan media pembelajaran.

6.             BINTEK pendidik PAUD  se Kecamatan Tegal Timur  dengan materi Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis bahan Limbah

7.             Pertemuan rutin pendidik pada lingkup gugus PAUD “KAMBOJA” dengan materi Pemanfaatan bahan limbah menjadi media pembelajaran

8.             Work Shop pendidik PAUD, HIMPAUDI kota Tegal denagn materi Pembuatan media pembelajaran dari bahan limbah

9.             Acara gelar mendongeng dan festival dolanan pada Kampung dongeng kota Tegal

10.         Dongeng untuk peserta didik pada KB Syi’arul Islam” kota Tegal pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

11.         Dongeng untuk peserta didik pada KB Tarbiyatul Khasanah kota Tegal

12.         Dongeng untuk peserta didik pada PP Sumbodro kota Tegal

13.         Dongeng untuk peserta didik pada PP Kartini kota Tegal

14.         Dongeng untuk peserta didik pada PP Arjuna kota Tegal

15.         Karya nyata dengan judul “FAST” Sebuah Media Optimalisasi Perkembangan Peserta Didik Melalui Dongeng pada Kelompok Bermain Aisyiyah 11 Kota Tegal sudah penulis publikasikan lewat

                   www.amk-news.com

(Undangan-undangan terlampir)

 

BAB III

SIMPULAN DAN REKOMENDASI

3.1.    Simpulan

Kata mendongeng pastinya tidak asing lagi di telinga kita. Tetapi eksistensi kegiatan mendongeng ini cenderung makin memudar karena di makan oleh usia. Padahal terdapat banyak sekali keuntungan bagi peserta didik maupun untuk pendidik itu sendiri. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelompok bermain men-dongeng dilaksanakan dalam upaya memperkenalkan, memberi keterangan, atau penjelasan tentang hal baru dalam rangka me-nyampaikan pembelajaran yang dapat mengembangkan berbagai kompetensi dasar peserta didik kelompok bermain. Perlu kita ketahui bahwa dongeng untuk peserta didik sangat berguna meskipun pada praktiknya kita sebagai pendidik mempunyai banyak  halangan seperti: (1)  menganggap mendongeng adalah sebuah kegiatan pem-belajaran yang merepotkan; (2) kesulitan untuk berekspresi dihadapan para peserta didik; (3) tidak adanya kompetensi pendidik dalam men-dongeng.

Hadirnya media pembelajaran FAST di harapkan  membantu para pendidik lebih mudah dalam menyampaikan dongeng. Banyak esensi yang terkandung dalam  media FAST antara lain: (1)  Efektif; (2) efisisen; (3) praktis; (4) multifungsi; (5) mudah.

Di samping itu pendidik  menjadi terpacu untuk menggali kreatifitas dan menambah kompetensi dalam mendongeng.

3.2.    Rekomendasi (secara operasional  untuk implementasi temuan)

Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa karya nyata ini masih jauh dari sempurna baik tata tulis, metodologi maupun kajian teori yang kurang mendalam. Berkenaan dengan hal tersebut, maka penulis sangat berharap atas kritikan, masukan dan tanggapan dari semua pihak untuk lebih sempurnanya pada tulisan-tulisan ke depan. Karya nyata ini semata-mata dalam rangka untuk pengembangan kreatifitas dan kompetensi pendidik . Apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan di hati para pembaca, penulis menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya.

Berkenaan dengan kajian karya tulis ini, maka dapat penulis rekomendasikan hal – hal sebagai berikut :

1.    Jadikanlah kegiatan mendongeng sebagai kegiatan pembelajaran yang rutin.

2.    Pahamilah pengertian dongeng, maka dengan mudah bagi pendidik untuk menyiapkan dongeng-dongeng yang disajikan untuk peserta didik berdasarkan situasi dan kondisi.

3.    Penggunaan media FAST merupakan salah satu cara yang tepat untuk digunakan pendidik dalam membantu proses penyampaian dongeng .

4.    Kepada penyelenggara lembaga dalam pelaksanaan pelayanan pendidikan anak usia dini di harapkan dapat memberikan motivasi dan dukungan kepada para pendidik dalam upaya peningkatan kompetensi khususnya dalam bidang mendongeng .

5.    Kepada Dinas Pendidikan di harapkan untuk dapat me-nyelenggarakan pelatihan-pelatihan dalam hal mendongeng pada khususnya secara continue dalam rangka meningkatkan kompetensi para pendidik.

Selanjutnya penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulisan karya nyata ini. Semoga karya nyata ini bermanfaat bagi dunia pendidikan pada umumnya, dan khususnya bagi para pendidik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Dale, Edgar, (1969) Audio Visual Methods in Teaching , New York: Holt, Rinehart and Winston Inc. The Dryden Press.

Degeng, I Nyoman Sudana, (1993) Media Pendidikan . Malang: FIP IKIP Malang.

Hamalik, O, (1994) Media Pendidikan, cetakan ke-7 . Bandung: Penerbit PT. Citra  Aditya Bakti.

Heinich, Robert, Michael Molenda, James D. Russel, (1982) Instructional Media: and the New Technology of Instruction , New York: Jonh Wily and Sons.

Mukminan, (2008) Pengembangan Media Pembelajaran . Universitas Negeri Yogyakarta.

Sudjana, N. & Rivai, A. (1992) Media Pengajaran. Bandung : Penerbit CV. Sinar Baru Bandung.

Trini Prastati dan Prasetya Irawan, (2001) Media sederhana .Jakarta: PAU-PPAI.              

Suyatno, ( 201 2) Metode Bercerita untuk Pembelajaran Mudah .http:// garduguru.blogspot.com .   (Diunduh 20 April 2013).

Caroline Damanik, (2012) Jangan Sia-siakan Manfaat Dongeng. http://edukasi.kompas.com (Diunduh 19 April 2013).

Nurbiana Dhieni, dkk, (2011) Metode Pengembangan Bahasa : Penerbit Universitas Terbuka.

Badru Zaman, Asep Hery Hernawan, Cucu Eliyawati, (2011) Media dan Sumber Belajar TK: Penerbit Universitas Terbuka .

 

 

 

Mon, 6 May 2013 @00:12

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

SELAMAT DATANG
image

TOTO PRANOTO, ST / LSM AMK

628156562685 / 0283-3333192


JL.WERKUDORO NO.33 RT 002 RW 05 KEL SLEROK - KEC TEGAL TIMUR - KOTA TEGAL- JAWA TENGAH- INDONESIA

Copyright © 2014 BY LSM ASPIRASI MASYARAKAT KOTA ( AMK ) · All Rights Reserved